Selasa, 01 Juli 2008

The unknown girl (bag. 1)

Aku ingin bercerita tentang konflik yang tengah kualami sekarang ini. kisah ini dimulai sekitar beberapa bulan yang lalu.

Dimulai dari sms dari seseorang yang tidak kukenal yang masuk ke HP ku. Didalam sms itu, orang itu mengajakku untuk berkenalan. "tumben ada yang mau ngajak kenalan, biasanya yang ada ngajak ribut" pikirku. dia menyebut namanya duluan. sebut saja namanya M. setelah itu baru aku menyebut namaku. saat dia menanyakan asal sekolahku, aku meminta agar ia dulu yang menyebutkan asal sekolahnya."aku anak 54" jawabnya. Setelah membaca sms itu aku sempat kaget, karena yang disebutnya itu adalah sekolahku. aku berpikir jangan-jangan dia itu adalah salah satu temanku yang sedang iseng. “oh anak 54 toh… kelas berapa?” kataku. Aku pernah beberapa kali diajak kenalan oleh orang lewat sms, tapi baru kali ini oleh orang yang satu sekolah. Entah sebenarnya dia sudah mengenalku atau belum. Pokoknya sebisa mungkin aku ingin terlihat tidak terkejut dengan smsnya tadi. “Pokoknya kalo kamu ga ngasih tau skul kamu, M ga mau jawab!” balasnya. Sepertinya dia benar-benar ingin tahu asal sekolahku.

“ya… aku anak 54 juga” jawabku.

“oh ya… kelas berapa?”

“kelas XII IPA 3, klo kamu?”

“oh kelas 3, berarti M mesti panggil kk dong. M kelas XI…”

“XI apa? IPA ato IPS?”

“XI IPA…”

“trus, XI IPA berapa? XI IPA kan ada banyak…”

“ ada deh… mau tau aja!”

Mendengar hal itu aku jadi sedikit jengkel. Aku sudah menyebutkan kelasku tapi dia tidak mau. “curang ah! Aku dah bilang kelas ku, kok kamu nggak mau sih?” kataku. Sepertinya dia ingin merahasiakan kelasnya. Tapi kenapa dia harus merahasiakan kelasnya. Mungkin ia tidak mau kalau nanti aku tahu kelasnya aku akan mendatanginya. “udah lah… itu kan ga penting.” Katanya. Awalnya aku bersih keras agar dia mau memberitahu kelasnya, tapi ia tetap tidak mau memberitahu. “ya sudahlah…” kataku. Kalau dia memang tidak mau memberitahu kelasnya, akan kucari tahu sendiri.

Semenjak saat itu aku menjadi teman curhatnya. Meskipun kami belum pernah bertemu secara langsung. Ada satu hal lagi yang masih membuat ku penasaran, yaitu dari mana ia mendapatkan nomor HP ku. Aku juga sudah pernah menanyakan hal itu padanya. Tapi ia tidak mau memberitahu secara jelas, ia hanya bilang “nemu”. Aku jadi semakin penasaran untuk menguak jati dirinya yang sebenarnya. Tapi bagaimana aku bisa menemukan dia, nama M mungkin saja bukan nama aslinya. lagi pula apa benar dia kelas XI IPA.Aku terus menjadi teman curhatnya sambil terus penasaran terhadapnya. Akhirnya aku menemukan cara untuk bisa melihat wajahnya. Aku meminta alamat E-mailnya, kupikir ia pasti tidak akan memberitahuku. Tapi ternyata ia langsung memberitahuku. Namun ia bilang kalau ia jarang ke warnet untuk buka internet, jadi percuma kalau aku mau mengirim E-mail kepadanya, ia pasti tidak akan membacanya. Tapi bukan itu tujuanku menanyakan alamat E-mailnya. Tujuanku yang sesungguhnya adalah untuk melihat Friendster-nya….

to be continued...

6 komentar:

  1. hooo . . .

    cewek misterius . . .

    sandi yah???

    BalasHapus
  2. kok sandi sih???

    bukan lah!!!

    BalasHapus
  3. fuhahahha . . .

    lo jdi kyak L skaligus kira aj . . .

    udah twu nama lengkap ma wajahnya kan??

    tinggal di tulis di death note aj . . .

    BalasHapus
  4. halah... itu kejadian nyata tauk!

    BalasHapus
  5. xi ipa 1 tauk.
    anyway, emangnya dulu kmu 12 ipa 3? baru tau aku

    BalasHapus
  6. emangnya kenapa kalo aku dulu XI IPA 3??

    BalasHapus